JakfarSegaf's Blog

Agustus 13, 2009

QUALITY ASSURANCE (QA) vs QUALITY CONTROL (QC)

Filed under: Mechanical — jakfarsegaf @ 12:21 am

quality%20assurance

Beberapa tokoh mendefinisikan Quality, yaitu:

- Juran     : fitness to use, kecocokan penggunaan produk

- Crosby   : conformance to requirement, sesuai dengan yang dipersyaratkan

- Deming   : kesesuaian dengan market demand

- Feigenbaum         : total customer satisfaction

- Garvin & Davis    : suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia, proses, environment yang memenuhi atau melebihi harapan customer.

Banyak perusahaan yang memakai Quality Assurance (QA) dan Quality Control ( QC) dalam satu Divisi, jadi QA itu ya QC. Quality Assurance dianggap Quality Control, walaupun mungkin kalau dari pengertian mungkin berbeda,tapi dalam faktanya QA adalah QC, jadi jarang ada Divisi Quality Assurance dipisah dengan Divisi Quality Control, karena sebenarnya acuan keduanya pada kualitas mutu, termasuk reliabilitinya.

Meskipun sasaran sama tentang kualitas tetapi QA dan QC adalah dua pekerjaan bidang yang berbeda, dimana QA itu adalah prosedur untuk pencapaian mutu. Misalnya Quality plan beserta dokumen pendukungnya. Dan QC adalah aktifitasnya (pelaksanaa dari prosedur tsb) yang dibuktikan dengan record-record.

quality-controlMenurut definisi pada ISO 9000:2000 (QMS-Fundamentals and Vocabulary), adalah sbb:

* Quality control (lihat section 3.2.10); part of quality management focused on fulfilling quality requirements.

* Quality assurance (lihat section 3.2.11); part of quality management focused on providing confidence that quality requirements will be fulfilled.

Jadi kalau coba diterjemahkan, secara singkat QC terfokus pada pemenuhan persyaratan mutu (produk/service) sedangkan QA terfokus pada pemberian jaminan/keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dapat dipenuhi. Atau dengan kata lain, QA membuat sistem pemastian mutu sedangkan QC memastikan output dari sistem itu memang benar-benar memenuhi persyaratan mutu.

Kalau dari definisi ini, kegiatan-kegiatan inspeksi dan uji (in-coming, in-process, outgoing) akan masuk kategori QC, sedangkan hal-hal seperti perencanaan mutu, sertifikasi ISO, audit sistem manajemen, dsb tentu masuk kategori QA.

Beberapa perusahaan, saat ini tidak lagi membedakan antara QA dan QC di dalam operasional quality management-nya. Cukup disebut departemen Quality, di dalamnya ada kegiatan merancang jaminan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi dan sekaligus bagaimana memenuhi persyaratan mutu tersebut.

QA = Quality Assurance , to lead and operated by assure of an organization successfully, it is necessary to direct and control it in a systematic and transparent manner. Maksudnya adalah meyakinkan/menjamin secara kualitas dengan suatu sistematis kerja dan keterbukaan untuk keberhasilan suatu pekerjaan secara keseluruhan organisasi di setiap lini dengan melalui sistem control.

QC = Quality Control, to take control of quality by procedural and applicable reference that implemented direct to process system in good and full fill of minimum requirement as finally results. Maksudnya adalah pengendalian mutu dengan prosedur kerja berdasarkan referensi yang dapat diterapkan dan diimplementasikan langsung di proses pekerjaan tersebut untuk memenuhi persyaratan minimum sebagai hasil akhir pekerjaan.

Hubungan pendeknya adalah bahwa QA yang meyakinkan / menjamin QC.

qualityControl

QC adalah sistem kendali yang terintregrasi didalam proses, dia berfungsi mencegah terjadinya defect/ non corformity output, salah satu cara yang sudah kita kenal antara lain right from begining atau benar sejak awal. metode ini terbukti mampu mengeliminir non corformity (ketidaksesuaian) pada output dengan pencegahan.

Sedangkan QA lebih tinggi letaknya dalam struktur organisasi, dia memberi terhadap arahan yang keputusan akhirnya adalah layak atau tidaknya produk dikeluarkan. Proses ini tentunya melibatkan proses-proses lainnya seperti produksi, inventory, maintenance. QA lebih menjaga corporate image dengan mencegah defect ke konsumen. parameternya hanyalah hitam-putih dengan nilai yang telah dirumuskan dalam fungsi yang kita sebut kualitas.

QC sering membuat suatu organisasi menjadi menggelembung dan gemuk, jika kita tidak memahami konsep produktifitas. karena man power planning-nya akan menggelembung atas nama azas independent, sebenarnya orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut itulah fungsi QC. orang Jepang sangat paham akan hal ini dan melahirkan suatu model management yang disebut TQC dengan produknya yang kita kenal sebagai GKM (Gugus Kendali Mutu). kesadaran mereka untuk memperbaiki aktifitas yang tidak perlu dan mengefisienkan langkah proses diluar jam dan lokasi kerja (walaupun sambil minum di kedai minuman atau makanan). Sesungguhnya proses PDCA sedang berjalan lewat diskusi non formal.

ini bukan hal yang mudah sebab “Management is no Sains

contohnya : Total Quality Management berasal dari Mike Robson, seorang inggris, berdasarkan prinsip bahwa setiap pekerja secara individu mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaannya dan pemikiran ini dikembangkan juga kepada para pemasok supaya perusahaan dapat memproduksi barang dan atau jasa yang berkualitas.

Prinsip ini dikembangkan dari Total Quality Circle yang berasal dari Jepang, dimana para pekerja berkumpul dalam gugus kendali mutu untuk mendiskusikan dan memecahkan masalah dan apa yang dapat dilakukan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas. Hingga “poke yoke” dari Shigeo Shingo yang menjadi dasar pengembangan SIX SIGMA.

Secara fungsi QC merupakan orang operasional yang langsung melakukan aktivitas checking atau inspeksi terhadap produk, kalau di lini produksi biasanya ada seoarang yang berfungsi sebagai pengontrol kualitas produk seperti sampling dan aktifitas lainnya.

Sedangkan untuk QA, dia lebih berperan sebagai analyst untuk memperbaiki mutu produk, dan datanya bisa diperoleh dari data sampling orang QC atau feedback dari internal perusahaan ataupun adanya quality complain dari luar perusahaan yaitu customer. Dan QA biasanya juga berperan sebagai sertifikasi dari produk tersebut…

Jadi intinya QC adalah seorang executor/operator dan QA adalah conceptor.

QA : Penjamin Mutu …

QC : Pengendali Mutu…

Kembali ke perbedaan QC dan QA. Quality control (pengendalian mutu) adalah kegiatan untuk memantau, mengevaluasi dan menindaklanjuti agar persyaratan mutu yang ditetapkan tercapai (Product, process, service, inspection, testing, sampling, measurement dan calibration).

Sedangkan Quality Assurance (penjaminan mutu) adalah semua tindakan terencana, sistematis dan didemonstrasikan untuk meyakinkan pelanggan bahwa persyaratan yang ditetapkan “akan dijamin” tercapai. Salah satu elemen dari QA adalah QC. Elemen yang lain yaitu: Planning, organization for quality, Established Procedure, Supplier Selection, Corrective Action, Document control, training, Audit dan Management reviewquality-assurance

QA (Quality Assurance) : tugasnya memahami specification customer dan standard yang berhubungan dengan produk, kemudian membuat / menentukan cara inspectionnya (berupa prosedur) dan mendokumentasi hasil inspectionnya (manufacturing data report). QA lebih banyak paper work, umumnya memiliki skill inspection yang baik dan skill menulis procedure dan familiar dengan engineering & industrial standards.

QC (Quality Control) : tugasnya melakukan inspection berdasarkan prosedur yang dibuat dan disahkan oleh QA. QC lebih banyak melakukan inspection pada process manufacturing dan membuat laporannya

Dalam perusahaan besar, biasanya QA dan QC dipisah dan memiliki pimpinan masing-masing. Sedang dalam perusahaan menengah / kecil kebanyakan digabung.

QA ada di dalam suatu perusahaan yg sudah establish/ memiliki sertifikasi ISO. Dan ruang lingkupnya lebih besar dalam menjamin kualitas produk dan juga berhak mereview suatu standart/metode analisa demi menjaminan mutu. Sedangkan QC ruang lingkupnya hanya pengontrol tidak seperti QA.

Jika terdapat QA pd suatu perusahaan, maka bisa dipastikan terdapat QC di dalamnya.

 

Kesimpulan:
QC: reactive, problem solving in nature.

QA: proactive, preventive in nature.

About these ads

13 Komentar »

  1. selamat malam mas jakfarsegaf,
    saya tertarik dengan tulisan anda mengenai quality control dan quality assurance, kebetulan saya sedang menyusun skripsi dan topiknya menyangkut tentang hal ini. bolehkah saya tanya, kalau inspection report itu apa ya mas? saya searching sana sini tapi info yg saya dapat sangat minim, mungkin mas bs bantu atau ada referensi? sebelumnya terima kasih..

    Komentar oleh almer — Agustus 30, 2009 @ 9:58 pm | Balas

  2. Blog yang bagus, terima kasih jadi tambah ngerti tentang QA dan QC

    Komentar oleh Agus — Agustus 31, 2009 @ 10:03 am | Balas

  3. Artikel yang sangat berguna untuk kami di BP-ATR dimana QC baru saja terbentuk

    Komentar oleh Nana — Desember 17, 2009 @ 9:32 am | Balas

  4. inspection report adalah form yang berisi hasil pemeriksaan kompnen atau sub assy atau product assy dimana data didalam inspection report itu mengenai spesifikasi mutu yang telah ditetapkan. spesifikasi standar dan hasil inspeksi sehingga pihak yang berwenang terhadap hasil inspeksi tersebut bisa melakukan analisa dsb

    Komentar oleh ksnur — Februari 3, 2010 @ 8:22 am | Balas

  5. thank u

    Komentar oleh joe — Juli 16, 2010 @ 11:51 am | Balas

  6. tengkyu mas jakfarsegal this article so useful,,

    Komentar oleh rizki susanti — Februari 19, 2011 @ 7:00 am | Balas

  7. Mksh y,.jd ngerti & tmbh pengetahuan dech.

    Komentar oleh Munjayati atik — September 28, 2011 @ 8:25 pm | Balas

  8. nice share mas, jadi tau beda QA dan QC, thanks :)

    http://tricahyautari.wordpress.com

    Komentar oleh tricahyautari — Oktober 26, 2011 @ 1:20 am | Balas

  9. Selamat Malam dan trimah kasih mas jakfar,,,,,,,,atas artikel nya yang bagus ini tentang QA dan QC ,saya sempat bingung dengan program baru ditempat saya soa; QC dan QA untuk Overhull/Inspection power plant.namun ahkirnya aq bisa simak QC vs QA mantap Mas aq jadi ngerti ,,,,,,,,thaks Mas.

    Komentar oleh okojd — Mei 1, 2012 @ 12:00 am | Balas

  10. makasih mas, artikelnya membantu saya mengerjakan laporan KP

    Komentar oleh Rindi Budiaramdhan (@RindiBudRamdhan) — Juli 17, 2012 @ 12:14 pm | Balas

  11. mantap ini yg saya cari buat cuap cuap pas interview karena saya melamar buat qc buyer…terimakasih om

    Komentar oleh arief — Oktober 27, 2012 @ 10:38 pm | Balas

  12. Dapat ilmu krn bakalan jadi kerjaanku di tahun 2013. Thanks berat infonya.v

    Komentar oleh Tania — Desember 20, 2012 @ 1:02 am | Balas

  13. I really speculate the reason why you branded this particular post, “QUALITY ASSURANCE (QA) vs QUALITY CONTROL
    (QC) JakfarSegaf’s Blog”. Anyway I really enjoyed the blog!Many thanks,Raleigh

    Komentar oleh Rodolfo — Februari 18, 2013 @ 6:49 am | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: