JakfarSegaf's Blog

Februari 20, 2013

Quality Assurance ISO 9000 dan ISO 14000

Filed under: Uncategorized — jakfarsegaf @ 12:52 am

 Seperti tulisan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Quality Assurance (Penjaminan Kualitas) adalah meyakinkan / menjamin secara kualitas dengan suatu sistematika kerja dan keterbukaan untuk keberhasilan suatu pekerjaan secara keseluruhan organisasi di setiap lini dengan melalui sistem control. Di sini ada beberapa macam quality assurance seperti The Deming Prize, The Baldrige Awards, ISO 9000 dan ISO 14000.

ISO LogoISO (International Organization for Standardization ) merupakan sebuah jaringan kerja yang diikuti oleh 156 negara yang mempunyai basis pada setiap negara tersebut dengan secretariat pusat di Geneva, Swiss. Di mana kebanyakan produk atau jasa di dalam bisnis – bisnis tertentu yang mengharuskan adanya standart internasional, maka  ISO ini di buat. Di dalam ISO ini banyak sekali yang terlibat diantaranya produsen, pemerintah maupun konsumen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Keuntungan yang dapat dihasilkan oleh ISO ini adalah sebagai berikut :

  1. Konsumen, Teknologi yang sesuai di mana produk dan jasa dapat diterima berdasarkan standar internasional maka akan menambah penawaran dan keuntungan didapatkan dari persaingan para produsen.
  2. Pemerintah, Standar internasional menyediakan dasar teknologi dan pengetahuan untuk pembuatan perundang-undangan tentang kesehatan, keamanan dan lingkungan.
  3. Negara Berkembang, Standar internasional dapat mewakili perundingan internasional pada suatu negara. Dengan menetapkan kharakteristik produk dan jasa diharapkan akan bertemu dengan pasar ekspor, standar internasional memberikan negara berkembang dasar pengambilan keputusan yang benar ketika ingin investasi pada sumber-sumber yang langka.
  4. Konsumen, Produk dan jasa yang menggunakan standar internasional menjamin tentang kualitas, kenyamanan dan keselamatan.
  5. Lingkungan, Dengan adanya standar internasional maka kualitas udara, air, tanah dan emisi gas serta radiasi dapat terjamin.

ISO 9000

 Masyarakat Eropa (ME) telah mengembangkan standar mutu yang disebut ISO 9000, ISO 9001, ISO 9002, ISO 9003 dan ISO 9004. Fokus dari standar Masyarakat Eropa ini adalah untuk mendorong pembentukan prosedur manajemen yang baku bagi perusahaan yang berbisnis di wilayah Eropa.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seri ISO 9000 ini menjadi perhatian, diantaranya :

  1. Standar ini mulai diterima di dunia.
  2. Standar ini kini diterapkan pada beberapa produk yang diproduksi atau yang diimpor oleh Masyrakat Eropa.
  3. Penyesuaian pada standar diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi produk.

Bahkan perusahaan – perusahaan Amerika yang kecil, seperti New York’s Rice craft, mulai menyadari nilai dari sertifikasi ISO 9000. Distributor parts (bagian-bagian produk) yang merupakan perusahaan keluarga ini melihat implikasi strategis pelaksanaan aturan-aturan  ISO 9000 yang pelik. Sebagai contoh, Rice baru-baru ini mendapatkan kontrak US$ 3 juta dengan American Airlines, yang membuktikan bahwa American Airlines merasa terkesan karena perusahaan kecil seperti Rice dapat memenuhi standar internasional.

ISO-9001Adapun tujuan dari konsep ISO 9000 ini adalah meningkatkan kualitas dengan memberikan panduan pada institusi atau organisai dengan kriteria yang dapat mereka pergunakan untuk menetapkan dan mengukur sistem kualitas.

Standar ISO 9000 terbagi menjadi lima bagian, diantaranya adalah :

  1. ISO 9000 (Selection and Use), Standar manajemen kualitas dan penjaminan kualitas, di mana pada ISO ini dipandu untuk pemelihan dan penggunaan standar. Standar ISO 9000 berisi pedoman yang digunakan bersama dengan keempat standar lainnya.
  2. ISO 9001 (Design/Development, Production Instalation and Servicing), Sistem kualitas, di mana pada ISO ini berisikan tentang penjaminan kualitas dalam perancangan/ pengembangan, produksi, instalasi, dan pelayanan jasa.
  3. ISO 9002 (Production and Instalation), ISO ini berisikan tentang penjaminan kualitas untuk produksi dan instalasi. Model ini lebih lunak daripada ISO 9001 dan biasanya digunakan oleh perusahaan manufaktur yang umum, dimana spesifikasi produk telah dirancang dan ditetapkan dengan pasti.
  4. ISO 9003 (Final Inspection and Test), ISO  ini berisikan penjaminan kualitas dalam inspeksi akhir dan pengujian. Model ini sangat terbatas dan sedikit digunakan. Standar ini sesuai untuk organisasi yang ingin membuktikan  inspeksi dan penguji prosedur dan kebijakannya.
  5. ISO 9004 (Management and System Guidelines), Elemen- elemen dalam manajemen kualitas dan sistem kualitas. ISO ini memberiklan pengertian mengenai berbagai elemen yang termasuk kedalam sistem kualitas dan juga struktur yang juga diharapkan dalam sistem tersebut.

Dalam ISO 9000 terdapat 20 elemen yang ditambahkan, diantaranya adalah:

  1. Kebijakan / tanggung jawab manajemen (management responsibility).
  2. System kualitas (quality system).
  • Prosedur yang akan disiapkan.
  • Prosedur yang akan dilaksanakan.

3. Pengendalian perancangan ( design control ).

4. Pengendalian dokumen ( document control ).

5. Pembelian ( purchasing ).

6. Pengadaan material antara produsen dan konsumen (customer-supplied material).

7. Identifikasi dan kemamputelusuran produk (product identification and traceability).

8. Pengendalian proses (process control).

9. Pengujian dan pemeriksaan (testing and inspection).

10. Pemeriksaan, pengukuran, dan pengujian alat (inspection, measuring, and test equipment).

11. Inspeksi dan keadaan / status pengujian (inspection and test status).

12. Pengendalian produk yang tidak sesuai / cacat (ontrol of nonconforming product).

13. Tindakan korektif (corrective action).

14. Penanganan, penyimpanan, pengepakan, pengiriman (handling, storage, packaging, delivery).

15. Catatan kualitas (quality records).

16. Pemeriksaan kualitas internal (internal quality audi ).

17. Pelatihan (training).

18. Pelayanan (servicing).

19. Teknik-teknik statistik (statistical techniques).

 

ISO 14000

Proses internasionalisasi mutu yang berlangsung terus-menerus hingga saat ini tercermin dengan penegmbangan ISO 14000 oleh Masyarakat Eropa. ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen inti. Kelima elemen tersebut antara lain :

  1. Manajemen lingkungan
  2. Auditing
  3. Evaluasi kinerja
  4. Pemberia label
  5. Penentuan siklus hidup

iso14001Standar baru ini dapat memberikan beberapa keuntungan terbentuknya citra perusahaan yang positif pada masyarakat dan menurunnya kemungkinan terjadinya pertanggungjawaban atas produk yang dihasilkan. Pendekatan sistematis yang baik dalam rangka pencegahan polusi melalui minimisasi dampak ekologis produk dan kegiatan produksi. Standar ini, atau beberapa variasi dari standar ini, kemungkinan besar akan diterima oleh seluruh dunia.

Ada beberapa fase di dalam pengembangan ISO sehingga di dapatkan ISO 14000. Fase-fase tersebut antara lain :

Phase in the development of  ISO standarts

Sumber : http://www.buchjensen.dk/

Fase  1 (Selection of work item)

Work item dapat ditentukan oleh national committee.

Fase 2 (Preparation of working draft)

Laporan kerja disiapkan oleh kerja setiap group pada sub committee.

Fase 3 (Committee approval of working draft)

Persetujuan laporan kerja diambil pada siding ISO yang diikuti oleh perwakilan organisasi nasional dan para anggota. Keputusan diambil jika 2/3 anggota dan ¾ negara anggota ISO menghadiri siding tersebut.

Fase 4 (Ratification by all ISO members)

Keputusan tersebut kemudian dijadikan sebagai Draft International Standart (DIS).

Fase 5 (Final confirmation)

DIS berubah menjadi Final Draft International Standart (FDIS)

Fase 6 (Publication of the ISO Standard)

Kemudian hasil tersebut diputuskan di Geneva dengan menggunakan bahasa Inggris, Perancis dan Rusia.

Fase 7 (Publication in languages other than English, French and Russian)

Ada beberapa macam ISO 14000, diantaranya adalah :

ISO No.

Title of International Standard / Guideline / Technical Report

Publication
Date

Subcommittee

ISO 14001

Environmental management systems – Specification with guidance for use

September
1996

SC 1/WG 1

ISO/CD 14001

Revision of ISO 14001:1996

December
2001

SC 1

ISO 14004

Environmental management systems – General guidelines on principles, systems and supporting techniques

September
1996

SC 1/WG 2

ISO/CD 14004

Revision of ISO 14004:1996

January
2002

SC 1/WG

ISO 14010

Guidelines for environmental auditing – General principles

October
1996

SC 2/WG 1

ISO 14011

Guidelines for environmental auditing – Audit procedures – Auditing of environmental management systems

October
1996

SC 2/WG 2

ISO 14012

Guidelines for environmental auditing – Qualification criteria for environmental auditors

October 1996
Corrected and reprinted
October 1998

SC 2/WG 3

ISO 14015

Environmental management – Environmental assessment of sites and organizations (EASO)

November
2001

SC 2

ISO 19011

Guidelines for quality and/or environmental management systems auditing(This standard replaces ISO 14010, 14011 and 14012)

September
2002

ISO/TC 176/ SC 3
and
ISO/TC 207/SC 2

ISO 14020
2nd Edition

Environmental labels and declarations – General principles

September
2000

SC 3/WG 3

ISO 14020: 1998/DAM1

Draft amendment 1 to ISO 14020:1998

December
1998

SC 3

ISO 14021

Environmental labels and declarations – Self-declared environmental claims (Type II environmental labelling)

September
1999

SC 3/WG 2

ISO 14024

Environmental labels and declarations – Type I environmental labelling – Principles and procedures

April
1999

SC 3/WG 1

ISO/TR 14025

Environmental labels and declarations – Type III environmental declarations

March
2000

SC 3/WG 1

ISO 14031

Environmental management – Environmental performance evaluation – Guidelines

November
1999

SC 4/WG 1 &
SC 4/WG 2

ISO/TR 14032

Environmental management – Examples of environmental performance evaluation

1999

SC 4/WG 3

ISO 14040

Environmental management – Life cycle assessment – Principles and framework

June
1997

SC 5/WG 1

ISO 14041

Environmental management – Life cycle assessment – Goal and scope definition and inventory analysis

October
1998

SC 5/WG 1

ISO 14042

Environmental management – Life cycle assessment – Life cycle impact assessment

March
2000

SC 5/WG 4

ISO 14043

Environmental management – Life cycle assessment – Life cycle interpretation

March
2000

SC 5/WG 5

ISO/DTR 14047

Illustrative examples on how to apply ISO 14042 – Life cycle assessment – Life cycle impact assessment

April
2001

SC 5/WG 4/TG

ISO/TS 14048

Environmental management – Life cycle assessment – Data documentation format

April
2002

SC 5

ISO/TR 14049

Environmental management – Life cycle assessment – Examples of application of ISO 14041 to goal and scope definition and inventory analysis

March
2000

SC 5/WG 3

ISO 14050
2nd Ed.

Environmental management – Vocabulary

May 2002

SC 6/

ISO/TR 14061

Information to assist forestry organizations in the use of Environmental Management System standards ISO 14001 and ISO 14004

December
1998

SC 5/WG 5

ISO/TR 14062

Environmental management – Integrating environmental aspects into product design and development

January
2002

WG 3

ISO/WD 14063

Environmental management – Environmental communication – Guidelines and examples

February
2002

WG 4

ISO/AWI 14064

Guidelines for measuring, reporting and verifying entity- and project-level greenhouse gas emissions

June
2002

WG 5

ISO Guide 64

Guide for the inclusion of environmental aspects in product standards

March
1997

SC 7/WG 1

Berbagai macam ISO 14000

Sumber : http://www.buchjensen.dk/

Jadi pada ISO 14000 dikelompokkan menjadi tujuh bagian, diantaranya adalah seperti pada tabel di bawah ini.

ISO 14000 Family of Standards
GROUP STANDARDS
Environmental Management Systems ISO 14001
ISO 14004
ISO/TR 14061
ISO 14063
Environmental Auditing ISO 14010
ISO 14011
ISO 14012
ISO 14015
ISO 19011
Environmental labelling ISO 14020
ISO 14021
ISO 14024
ISO/TR 14025
Environmental Performance Evaluation ISO 14031
ISO/TR 14032
Life Cycle Assessment ISO 14040
ISO 14041
ISO 14042
ISO 14043
ISO/TR 14047
ISO/TS 14048
ISO/TR 14049
Environmental Management Vocabulary ISO 14050
Environmental Aspects in Product Standards ISO/TR 14062
ISO 14064
ISO Guide 64

Pembagian ISO 14000

Sumber : http://www.buchjensen.dk/

Sebagai penutup, dalam dunia industri penjaminan kualitas sangatlah penting karena hal ini sangat berpengaruh pada semua pihak baik itu produsen, konsumen, pemerintah dan bahkan lingkungan. Untuk itulah perlu dibuat adanya suatu sistem standar internasional yang mempertimbangkan banyak faktor. Penjaminan kualitas disini banyak macamnya diantaranya The Deming Prize, The Baldrige Awards, ISO 9000 dan ISO 14000.

Kedua ISO ini sangatlah penting dan saling berhubungan. ISO 9000 merupakan standarisasi tentang penjaminan mutu / kualitas, di mana kualitas produk benar-benar diperhatikan tanpa memperhatikan dampaknya bagi lingkungan. Sedangkan ISO 14000 merupakan sebuah penjaminan standar sistem manajemen lingkungan, dalam hal ini selain peningkatan kualitas produk juga ada kaitannya dengan bagaimana perusahaan tersebut mengelola lingkungan produksinya.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: